Jumat, 23 Maret 2012

Madagaskar di temukan oleh 30 wanita indonesia 1200 tahun silam.


‘Nenek moyang ku orang pelaut’, merupakan sebuah syair lagu yang menunjukkan kebanggaan bangsa Indonesia akan keberanian nenek moyangnya menjelajah di samudra.
Kebiasaan menjelajah ini juga yang memungkinkan sebuah hipotesa muncul bahwa penemu Madagaskar, adalah wanita yang berasal dari Indonesia.
Para peneliti, sebagaimana dilansir situs MSNBC.MNC, memperkirakan kejadian tersebut setidaknya terjadi 1.200 tahun yang lalu.
Seorang ahli biologi molekuler Murray Cox dari Massey University, Selandia Baru, meneliti DNApenduduk asli untuk mencari petunjuk asal-usul nenek moyang penemu pulau yang berisi berbagai binatang unik tersebut.
DNA yang diambil dari 266 orang dengan 3 etnis berbeda yang mukim di Madagaskar ini, dicari kromosom turunan garis ibunya.
Hasilnya, pada salah satu etnis yang yang diambil kromosomnya, setengahnya memiliki karakteristik gen yang dimiliki penduduk Polinesia, dan sedikit Indonesia bagian barat.
Ini menandakan bahwa jika hasil tersebut benar, maka kurang lebih 30 perempuan Indonesia menjadi cikal bakal dari penduduk Malagasi.
Walaupun memang prosentase wanita Indonesia yang menjadi cikal bakal penduduk Malagasi itu lebih sedikit dibanding dengan etnis dari Afrika.
Simulasi menunjukkan bahwa kemungkinan rute yang menyebabkan para wanita ini bisa sampai ke Madagaskar, pulau yang jaraknya 5.000 kilometer lebih dari Indonesia ini, adalah melalui jalur perdagangan yang dirintis oleh Kerajaan Sriwijaya.
Bukti lain yang menunjukkan bahwa penduduk Madagaskar memiliki garis keturunan dari Indonesia adalah, dialek dalam bahasa, beberapa jenis huruf yang mirip dengan bahasa melayu, Jawa, atau pun sansekerta.
Peralatan sehari-hari yang digunakan pun sedikit banyak punya kemiripan dengan yang dipakai oleh masyarakat kuno Indonesia. Begitu juga bentuk perahu cadik, alat musik seperti gambang, serta beberapa jenis masakan.
Ternyata memang benar syair lagu yang menyatakan bahwa nenek moyang orang Indonesia adalah 

Selasa, 20 Maret 2012

Di RI, 1,5 Juta Hacker Menyerang Tiap Hari


Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet melalui berbagai perangkat, peluang bagi para peretas untuk menyerang jaringan internet pun semakin besar. Para peretas kian berevolusi dengan sarana yang lebih canggih.

"Catatan kami, di kita (Indonesia) 1,5 juta hackermenyerang internet tiap hari," kata Rudi Lumanto, Ketua Indonesian Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dalam diskusi keamanan internet di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa 20 Maret 2012.

Ia menambahkan bahwa tren serangan internet di Indonesia dan negara berkembang cenderung masih memakai rekayasa sosial. Caranya adalah membobol data lewat pendekatan komunikasi dengan pengguna lain. Sedangkan di negara maju tren yang dilakukan oleh para peretas menggunakan rekayasa teknis teknologi.

"Untuk skala Indonesia masih soal pemalsuan identitas," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kejahatan internet juga berpotensi menyerang ke negara seperti malware Stutnext yang menyerang instalansi nuklir Iran. "Apalagi kejahatan internet migrasi di berbagai negara," ucapnya.
Rudi mengatakan bahwa serangan internet yang terjadi  di Indonesia berbasis program SQL, DOS, ICNT, dan malware. Pihaknya mencatat bahwa serangan pada akhir tahun dan awal tahun cenderung meningkat. "Dan punya potensi meningkat dua kali lipat," tambahnya.

Untuk itu ia berharap agar semua pengguna mempunyai kesadaran tinggi dalam berinternet, terlebih institusi yang mempunyai data penting. Rudi mengatakan saat ini sedang disosisalisasikan CERT (Computer Emergency Response Team), tim pengawas Internet untuk diterapkan pada institusi.

"Kami berharap setiap institusi mempunyai CERT. Saat ini sudah ada CERT Community, Academy CERT, dan nanti akan ada Goverment CERT," katanya.

Dalam rangka tersebut, akhir bulan ini ID SIRTII dengan didanai oleh Kementerian Kominfo akan menggelar konferensi internasional soal keamanan internet di Bali, yakni Asian Pasific CERT dan Technical Colloquim CERT.

"Di sini sebagai wadah kolaborasi CERT juga berbagi pengetahuan soal penanggulangan kejahatan internet di berbagai negara," ujar Rudi. Dalam even ini, akan hadir Menteri Pertahanan RI, Menkoinfo RI dan kalangan pemerhati keamanan Internet dunia
.



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/297849-di-ri--1-5-juta-hacker-menyerang-tiap-hari?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share It