Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Kisah Rudy Hartono " Aku Ingin Satu Angka Saja"



All England, Wimbeldon, Ingrris adalah arena bergengsi bagi atlit bulu tangkis. Ada beberapa nama Indonesia yang mengukir nama emas di Arena tersebut seperti Tan Joe Hok, Ferry Sonnevile, Rudy Hartono, Chun Chun, Johan Wahyudi, Ade Candra, Liem Swie King, Kristian Hadinata dan Icuk Sugiarto. 
Dari nama nama di atas yang paling melegenda adalah Rudy Hartono, 8 kali menjadi juara tunggal dan sampai saat ini belum ada yang menyerupai rekornya.


Rudi Hartono memang sangat disiplin, dan tak pernah mengecewakan pelatih pelatihnya, seperti alamarhum Irsan dan Tahir Djide.


Pada suatu kejuaraan All England, Rudi Hartono berhadapan dengan Sture Jhonson, juara Eropa asal Swedia, situasi benar benar kritis, pada set pertama Sture jhonson unggul 15-4 dan set kedua ia sudah unggul 14-0. Semua pendengar RRI dan pemirsa TVRI benar benar terhenyak, satu angka lagi tamatlah Rudy Hartono.


Alhamdulillah.!!! teriak penyiar RRI, Shutelcock berpindah ke tangan rudy. " AKU INGIN SATU ANGKA SAJA" kata Rudi ketika memulai service, ternyata 1-14. "AKU INGIN SATU ANGKA LAGI" dan terjadilah 2-14.


Akhirnya 14-14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17-14.Sture Jhonson benar benar heran dan penonton Indonesia riuh rendah.


set ketiga Rudy lagi lagi menyatakan, "AKU INGIN SATU ANGKA LAGI.. AKU INGIN SATU ANGKA LAGI" dan set ketiga berakhir dengan 15-0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan finalis dari Denmark, Spend Pri Punch Gunalan berkomentar : "jika melawan Rudy, sebelum tercapai angka 15, belum menang".


cerita dari Rudy Hartono tersebut menginspirasikan kita untuk tidak boleh menyerah sebelum pertarungan berakhir. dan harus berjuang sampai titik darah penghabisan. karena tidak ada kata gagal bagi orang yang berniat dan bersungguh-sungguh dalam menjalani sesuatu.

sumber : PSU STMIK AMIKOM yogyakarta

Minggu, 18 Maret 2012

"No Arms, No Legs, No Worries"


4 Desember 1982, di sebuah rumah sakit Kota Melbourne terdengar tangisan bayi memecah keheningan kamar bersalin. Kehadirannya membuncahkan harapan bagi sang ayah (pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu (perawat) karena anak pertama mereka akhirnya lahir.

Namun, betapa kagetnya pasangan imigran Serbia tersebut ketika melihat putranya lahir tanpa dua lengan dan dua kaki yang normal. Menurut dokter yang menanganginya, sang bayi - kemudian diberi nama Nicholas James Vujicic- terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka.

 


Sejak itu, hari-hari yang penuh perjuangan dialami keluarga ini. Tak jarang, ayah dan ibu Nick menyalahkan diri mereka, selalu bertanya apa dosa mereka terhadap Tuhan sehingga putranya lahir cacat.

Di sisi lain, dengan kesabaran sang ayah  membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan (Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya).

Mereka pun mengajari Nick untuk bisa hidup mandiri, caranya dengan menyekolahkannya ke sekolah umum seperti anak-anak normal lainnya. 



Di usia 8 tahun, tekanan dari ejekan dan bullying di sekolah hampir membuat Nick bunuh diri. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.

Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. 

 
Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang.

"Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.

Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."
 
 

"Saya telah memberikan berbagai jenis motivasi kepada orang-orang, berdasarkan pengalaman hidup saya," pungkas Nick di akhir wawancara. "Namun, ada satu hal yang selalu saya katakan pada mereka: ‘Terimalah dan cintai diri kamu sendiri.' Jika satu orang saja bisa melakukannya, kemudian merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup serta ingin berguna bagi orang lain, saya merasa bahwa sebagian tugas saya di dunia ini telah terselesaikan."


Kamis, 15 Maret 2012

Kisah Republik Ayam


Syahdan, berkumpullah para ayam dari segenap penjuru, mereka berkumpul membicarakan nasib mereka yg sering diberi kesan negatif oleh bangsa manusia,mereka ingin membuat komunike bersama , membuat nota protes. 
Segala jenis ayam hadir, mulai dari ayam kampung , sampai ayam broiler , dari jawa barat hadir ayam pelung yg datang dari cianjur, dari jawa tengah hadir, ayam kalasan, suharti dan wong solo , dari lombok hadir pula ayam ( bakar ) taliwang , dari sumatera hadir ayam kinantan dg kostum PSMS nya , ayam balado , yang datang di iringi dg lagu kebangsaan nya lagu “ayam den lapeh” .  Hadir pula perwakilan dari luar negeri, mulai yg dekat ayam bangkok, ayam kate , ayam cemani, sampai dari negeri jauh ayam kentucky dg logo KFC  tersemat di dadanya, ayam sory, saya agak telat. sayang pula tak hadir peserta terjauh , ayam semesta
Setelah hadir semua, mulailah masing2 ayam maju ke depan mengemukakan pendapat nya.  Pertama ayam pelung dari Cianjur maju ke depan, saya protes berat, merasa direndahkan karena sekolah disamakan dg kandang ayam , seperti sering dikatakan orang yg protes dg keadaaan dunia pendidikan saat ini , kandang saya sama seperti kandang ayam bekisar kawan saya memang lebih bagus , karena saya memang mahal harganya , suara saya bagus dan bulu saya juga indah , jadi wajar saja saya dapat tempat yg bagus. 
Mengapa pula kandang bangsa ayam di rendahkan , tak boleh kan kami punya tempat yg nyaman ?yah itu mah salah sendiri kontraktor yg membangun sekolahan , mengapa mereka meng korupsi dana untuk membangun gedung sekolah , koruptor itulah yg disalahkan , jangan merendahkan bangsa ayam , ujarnya sengit. 
Tiba tiba, ayam balado yg sering memberikan protes pedas,  datang ke muka , wahai ayam pelung dari cianjur , tahu kah kamu bahwa di Cianjur sana dan juga di Bandung , ada sekolah SMA yg ruang kelasnya akhirnya dipakai main “ayam ayaman” , sampai murid2 dipecat dari sekolah tsb , supir angkot pun menggelari nya “ayam sekolahan” , saya merasa tersinggung berat , kenapa orang yg melakukan hal2 yg hina tsb di istilah kan dg ayam atau “ayam” dalam tanda kutip. Seperti istilah ayam kampus untuk wanita2 sekolah tinggi yg berperilaku tidak senonoh , atau ayam kantoran untuk pekerja kantoran yg suka selingkuh
Sebagai tokoh ayam feminis, saya protes berat, karena segenit genitnya juga  ayam betina, tak ada yg mengejar ngejar ayam jago atau memasrahkan dirinya pada ayam jantan tua yg sudah ubanan , sebagaimana perilaku sebagian wanita2 yg digelari dg istilah ayam tsb, Maaf, kami bangsa ayam , tidak lebih hina dari manusia untuk hal yg demikian  , ujarnya .  Kemudian datang ke depan ayam broiler , menceritakan betapa sedihnya jenis mereka, yg banyak dibakar , dimusnahkan di berbagai peternakan ayam, bahkan yg tak sakit sekalipun , karena dianggap menjadi biang penyakit flu burung yg banyak menewaskan juga manusia , burung yg jadi sumber penyakit , manusia yg kena penularan, tapi kenapa kami yg dibantai ? , katanya dengan rasa memelas. Kalau semua ayam habis, manusia juga yg kebingunan mencari makanan enak . 
Selanjutnya majulah ke depan , ayam jago , kami sekarang ayam jago yg sebelumnya berani berkokok keras, telah mulai ketakutan , karena ada ayam jago yang berani membongkar korupsi dan kebusukan lain nya, malah akhirnya dikorbankan , ditelikung. kalau di China , ada pepatah lebih baik memotong se ekor ayam untuk menakuti seribu kera, sebagai kiasan untuk menghukum keras seorang koruptor agar yg lain takut korupsi , dalam kasus tsb ( kasus ayam jago yg dikorbankan ) terjadi kebalikan nya , menelikung se ekor ayam jago agar tak ada lagi ayam yg berani berkokok keras , nampaknya nanti semua ayam jago hanya akan tinggal sejarah, karena semuanya menjadi ayam sayur belaka. Mungkin karena itu lah ,saat ini , banyak yg kesiangan sholat shubuh, karena ayam jago mulai enggan untuk berkokok di pagi subuh. ke depan juga ayam bekisar yg anggun , tapi syukur tak semua kesalahan ditimpakan pada ayam , belum ada ayam yg membawa bom ,walau kotoran ayam sempat ditakuti saat flu burung , atau ada teroris yg sempat makan bubur ayam sebelum ngebom , sehingga ayam belum dituduh teroris juga.
Dalam membangun jalan tol ada istilah teknologi cakar ayam spt di jalan tol bandara , walau nama kita dipakai utk teknologi sipil tsb ( konstruksi cakar ayam ) kita tak protes karena tak kebagian royalti , kita perlu berbesar hati, telah berbuat banyak utk manusia, walau manusia melakukan hal sebaliknya pada bangsa kita. 
Akhirnya tampil pula ayam cemani yg hitam kelam, wahai para ayam , rasanya tak ada gunanya juga kita sampaikan nota protes pada bangsa manusia, karena nampaknya telinga mereka walaupun lebih lebar dari telinga ayam , tidaklah lebih peka daripada kita. kita minta saja mereka untuk introspeksi , mudah mudahan saja, hati nya lebih besar dan lebih enak daripada hati ayam. 
Bahwa manusia, walaupun mereka makhluk yg paling mulia di muka bumi ini, belumlah tentu semua manusia bersikap mulia juga , bahkan bisa jadi sebagian mereka berperilaku lebih rendah dari ayam . bahkan untuk hal hal tertentu kami lebih unggul dari manusia, bayangkan dari lubang belakang kami bisa keluar telur yg lezat dan penuh gizi , bangsa manusia tak bisa berlaku demikian .
Daging ayam sangat lezat , bandingkan dg daging manusia yg hanya disukai si Sumanto saja. Kaki kita menjadi inspirasi konstruksi cakar ayam . saya, ayam cemani yg hitam, tetap dicari sebagai obat, bahkan nasib ku lebih bagus dari sesama kulit hitam juga, si kambing hitam. he..he..he.., tertawa keras lah para ayam ( tapi bunyi nya kek kek kek …., karena ayam ) 
Di Akhirat kelak , bangsa ayam tak akan banyak diminta pertanggung jawaban, sebagaimana manusia yg harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan nya , tak ada ayam yg masuk neraka , tapi banyak manusia yg akan disiksa di neraka karena kesalahan nya di dunia. 
Mudah mudahan manusia masih memiliki hati yg lebih besar dari yg kita miliki, utk bisa bertindak sesuai hati nurani nya , kita sebagai makhluk Tuhan yg mengabdi pada manusia, marilah kita bertindak sesuai tugas kita masing2 , kalau manusia masih berbuat hal2 yg tidak baik , merugikan kita, biarlah Tuhan yg Maha Bijaksana memberikan balasan nya. 
Pidato ayam cemani yg bijaksana tsb menutup pertemuan para ayam dan disambut kokokan seru dari semua ayam dan ditutup dg lengkingan keras suara kokok ayam jago, menutup pertemuan yg menjelang subuh tsb, sekalian membangunkan manusia yg masih tidur terlelap 
Mengingatkan kita semua bahwa matahari sebentar lagi akan terbit.Hidup ini adalah perjuangan , Matahari telah terbit kembali.
Hari ini adalah hari perjuangan dg semangat baru. Majulah!  Majulah!  Majulah!

Rabu, 07 Maret 2012

Agus Pramono, Dari Office Boy Jadi Miliarder



Agus Purnomo memperlihatkan ayam bakar di restoran Ayam Bakar Mas Mono, Tebet Raya, Jakarta Selatan. Foto : Ridlwan/Jawa Pos
Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota.

  RIDLWAN HABIB, Jakarta

JAM sembilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka  serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar.

"Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus," ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike.

Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. "Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot," ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang.

"Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar," katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. "Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu," katanya.

Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir.

Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya.

Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. "Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni," katanya.

Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. "Saya belajar dari nol puthul," kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan.

"Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu," katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. "Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua," katanya.

Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. "Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos," katanya, lalu tersenyum.

Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. "Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses," kata Mono.

Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. "Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam," ungkapnya.

Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57.

Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. "Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut," kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini.

Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. "Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih," ujar Mono.

Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook.

"Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down," katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi.

Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. "Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur," katanya.

Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. "Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja," kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan.

Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. "Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin," katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil.

Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. "Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar," tuturnya.

Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya" "Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia," kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini.

Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. "Buku saya semua royalti untuk sedekah," kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.




Selasa, 06 Maret 2012

Saran Jack Dorsey Untuk Inovator Muda


Kesuksessan Twitter di ranah microblogging dunia tak lepas dari tangan dingin Jack Dorsey Pria berusia 35 tahun ini dikenal sebagai sosok inovator handal.
Pada tahun 2008 silam, MIT Technology Review TR35 mengganjar Jack Dorsey dalam 35 top inovator dunia dibawah usia 35 tahun.
Dilahirkan pada 19 November 1976 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Jack Dorsey saat ini menjabat sebagai Executive Chairman Twitter dan CEO Square – mobile payment – ditaksir memiliki kekayaan mencapai USD 650 juta.
Kepada calon invator muda, Jack Dorsey memberikan sebuah formula khusus bagi mereka. Menurutnya, inovator harus terus maju dan maju dan jangan pernah merasa berhasil.

Hal terbesar yang kerap dihadapi adalah sesuatu yang paling sulit dilakukan. Setiap manusia memiliki ide. Namun tiap ide tersebut memiliki arah dan tujuan masing-masing.

Masih menurutnya, sebuah ide harus langsung ‘dikeluarkan’ dari kepala. Tulislah ,gambarlah diskusikan, dan yang terakhir wujudkan.
Jack Dorsey, Noah Glass, Evan Williams, dan Biz Stone mendirikan Twitter pada Juli tahun 2006 silam. Kini jumlah rakyat di dunia yang berkicau mencapai 350 juta orang (Juni, 2011).
Dan pundi-pundi pemasukan Twitter mampu menembus angka USD 140 juta per tahun (2010).



Minggu, 04 Maret 2012

Marah


Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan”
Setiap kita mungkin seringkali mengalami yang namanya marah. Marah karena masalah sepele atau masalah yang besar. Seringkali kemarahan muncul karena kenyataan yang tidak sesuai dengan yang selama ini kita inginkan. Sederhananya, marah merupakan bentuk ekspresi dari rasa kekecewaan yang mendalam.
Marah bukanlah sebuah dosa. Anda bisa setuju atau tidak. Tapi menurut saya secara pribadi, marah akan menjadi dosa jika kemarahan tersebut di ekspresikan dengan cara berlebihan, sehingga merugikan diri sendiri atau orang lain.  Marah jangan dipendam karena akan merusak emosi. Jadi lepaskan saja asalkan dilakukan dengan wajar dan segera bisa dikendalikan.
Marah adalah bentuk emosional yang sangat manusiawi. Marah itu wajar, tapi pastikan Anda menggunakan kemarahan itu untuk kebaikan diri dan sesama. Contoh sederhananya, marah ketika melihat teman buang sampah sembarangan. Bentuk positif dari kemarahan bisa berbentuk menegur dengan sopan teman tersebut. Bentuk negatifnya bisa berbentuk mencaci maki si teman karena membuang sampah sembarangan. Kemarahan yang bermanfaat bukan kemarahan yang ingin membalas atau menyakiti orang lain, tetapi marah yang mendidik dan membangun.
Marah yang tidak bisa di kendalikan akan menjatuhkan kharisma seseorang bahkan mampu melahirkan persoalan baru. Marah yang bermanfaat adalah marah yang tepat dan sudah dikelola dengan baik. Terkadang kemarahan muncul ketika fisik Anda dalam keadaan down atau kelelahan. Sehingga gampang tersinggung dan sangat sensitif.
Marah itu nikmatnya hanya sesaat, tapi penyesalannya bisa seumur hidup. Sehingga banyak yang akan bertanya, “apa yang harus saya lakukan dengan kemarahan saya sehingga tidak melahirkan penyesalan seumur hidup?”
Ketika rasa marah hadir dalam diri saya, yang bisa saya lakukan pertama kali adalah menyebut nama Tuhan sambil menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan. Saya melakukannya berulang-ulang hingga rasa marah itu reda.
Sulit? Mungkin ketika diawal-awal melakukannya akan terasa sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri Anda maka Anda pasti bisa. Ketika hati sudah mulai tenang maka logika pun bisa dikendalikan. Sehingga kita bisa melihat solusi untuk menyelesaikan masalah yang membuat Anda marah.
Jangan memelihara rasa marah Anda. Menjadikan marah sebagai karakter pribadi yang permanen akan membuat Anda mendapat gelar MBA (Management by Anger).
Saya berusaha diam saat marah. Kenapa? Pada umumnya, orang yang marah lidahnya sangat tajam untuk melukai perasaan orang lain. Anda mungkin pernah mengalami atau mendengar, seseorang yang marah bisa mengungkit-ungkit sesuatu yang sudah lama. Bahkan kesalahan-kesalahan yang sudah dilupakan sekalipun bisa dibahas kembali. Seperti ada pepatah yang mengungkapkan, Ketika Anda mengatakan sesuatu dalam amarah. Kata-kata Anda meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain“.
Pak Mario Teguh mengungkapkan, ‘ Bersabar adalah tetap merasa marah, tapi tidak menggunakannya untuk merendahkan diriku dan merusak hubungan baik dengan orang lain.”
Akhir dari tulisan ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Penyabar untuk mengendalikan rasa marah yang negatif dalam diri kita.
“Tuhan, sesungguhnya hamba-Mu ini sangat lemah. Gampang tersinggung dan gampang marah akan sesuatu yang terkadang mampu merugikan diriku sendiri. Oleh karena itu, anggunkan pribadiku dengan kesabaran. Ampuni semua kesalahan-kesalahan yang pernah aku perbuat karena belum mampu mengendalikan rasa marah yang ada. Hanya dalam nama-Mu aku memohon. Amin”

Jumat, 02 Maret 2012

Tips Sukses dari 4 Milyuner yang Tak Lulus Kuliah



Pendidikan formal tak selalu berbanding lurus dengan kemakmuran. Beberapa dari milyuner yang berada di daftar orang terkaya Forbes ternyata tidak pernah lulus kuliah.
Dari 400 orang yang masuk dalam daftar 400 orang terkaya Forbes, sebanyak 63 pengusaha atau 15% lebih diantaranya tidak pernah lulus kuliah.

Rincian pendidikan dari orang-orang terkaya versi Forbes tersebut adalah:
 
  • SMU: 27 orang
  • Kuliah: 160 orang
  • Dropout kuliah: 36 orang
  • Graduate School: 161 orang
  • Lulusan hukum: 35 orang
  • PH.D: 21 orang
  • M.A: 6 orang
  • M.B.A: 84 orang
  • M.S: 29 orang
  • M.D: 5 orang.
Dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan biaya pendidikan yang semakin mahal, tidak ada salahnya jika kita belajar tentang kesuksesan dari orang-orang yang tidak pernah lulus ini.
Berikut tips-tips dari milyuner yang tidak lulus kuliah itu sepertu dikutip dari Forbes, Kamis (12/1/2012):
1. Sean Parker
Salah satu pendiri Facebook dengan kekayaan US$ 2,1 miliar. Pria kelahiran tahun 1979 itu merupakan salah satu wirausaha yang sukses yang sudah menggemari program IT sejak kecil. Ia minim pendidikan formal, dan mencatat sukses besar setelah mendirikan Facebook bersama Mark Zuckerberg.
Lewatkan kuliah, Google pendidikan Anda!
"Ketika alat ilmu dan pengetahuan yang luar biasa tersedia di seluruh dunia, pendidikan formal menjadi kurang penting. Kita harus berharap terus melihat kehadiran wirausaha baru yang mendapatkan sebagian besar pengetahuannya melalui eksplorasi sendiri."
2. Dustin Moskovitz
Salah satu pemilik Facebook dengan kekayaan US$ 3,5 miliar. Pria kelahiran 22 Mei 1984 itu ini juga merupakan salah satu wirausaha internet yang meraup sukses dari Facebook dan masuk dalam jajaran salah satu milyuner muda terkaya di dunia.
Ia sempat mencicipi Universitas Harvard bidang ekonomi selama 2 tahun sebelum akhirnya bergabung dengan Mark Zuckerberg di Palo Alto.
Anda selalu bisa kembali
Jika Facebook tidak bekerja setelah ia meninggalkan kuliah dan bergabung dengan Mark Zuckerberg, ia mengatakan, "Saya dapat kembali ke Harvard kapanpun. Teman-teman saya mungkin tidak disana lagi. Saya mungkin harus memulai lagi masalah sosoal. Itu adalah sebuah risiko. Tapi ini adalah sebuah risiko yang cukup kecil dibandingkan kesempatan besar yang ada pada saat itu,".
3. Phil Ruffin
Pemilik Treasure Islan Casino dengan kekayaan US$ 2,4 miliar.Pria kelahiran Wichita, Kansas ini juga tak lulus kuliah. Namun ia sukses mengembangkan bisnis hotel dan kasinonya sehingga masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.
Pekerjaan terakhir Ruffin sebagai pekerja adalah mendapatkan kembali seekor monyet. Ia berhanti dan mendirikan jaringan toko dan kemudian kasino serta hotal.
Jadilah Nomor 1
"Nasihat yang akan saya berikan kepada orang muda? Berhenti dari pekerjaan Anda. Jangan bekerja untuk siapapun. Anda tidak dapat benar-benar mendapatkan uang dari bekerja pada orang lain," ujarnya.
4. John Paul DeJoria
Pemilik Paul Michell Systems, Patron Tequila dengan kekayaan US$ 4 miliar. Ia pernah menjalani hidup dengan menjual sampo dari pintu ke pintu sebelum meraup kekayaan dengan Paul Mitchell.
Pria kelahiran 13 April 1944 itu merupakan anak seorang imigran Italia dan Yunani. Setelah orang tuanya bercerai, ia mulai menjual kartu natal dan koran dengan berkeliling untuk menghidupi keluarganya. Ia meraup sukses setelah mendirikan John Paul Mitchell System dengan Paul Mitchell pada tahun 1980.
Tebal Muka!
"Saya mempelajari penjualan dan pemasaran dari mengetuk ratusan pintu tiap hari. Anda secara cepat menemukan Anda akan mendapatkan 99 bantingan pintu di muka Anda hingga bisa meraup penjualan," ujarnya.


Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2012/01/tips-sukses-dari-4-milyuner-yang-tak.html#ixzz1nyFwfV4N
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...